Langsung ke konten utama

Potret Guru Bangsa

Beginilah ketika kami berangkat maupun pulang dari tempat tugas. Jarak yang kami tempuh relatif jauh, kurang lebih dua jam. Kami duduk berguncang-guncang diatas motor yang melewati jalan berbatu, selama dua jam satu kali perjalanan. Pulang pergi empat jam, seminggu, sebulan, setahun dst. Berapa usia kami yang habis hanya terguncang-guncang di atas motor? Kami tak mengeluh, justru kami menikmati. Ini adalah tour gratis, dan kami mendapat pahala.

Kondisi ini amat berbeda jika musim hujan telah tiba. Motor kami bisa saja terperosok kedalam tanah berlumpur hingga sulit digerakkan. Tanjakan menjadi sangat licin, bahkan kami harus menunggu siapa saja untuk membantu mendorong atau menarik sepeda kami agar mau bergerak. Luar biasa.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Model-model Pembelajaran Terpadu

Ditinjau dari cara memadukan konsep, keterampilan, topik, dan unit tematisnya, menurut Robin Fogarty (1991) mengemukakan bahwa terdapat sepuluh cara atau model dalam merencanakan pembelajaran terpadu. 1.  Model Penggalan (Fragmented)  Model fragmented ditandai oleh ciri pmduan yang hanya terbatas pada satu mata pelajaran saja. Misalnya, dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, materi pembelajaran tentang menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dapat dipadukan dalam materi pembelajaran keterampilan berbahasa. Dalam proses pembelajarannya, butir-butir materi tersebut dilaksanakan secara terpisah-pisa pada jam yang berbeda-beda.

Kendala Menggunakan Media Pembelajaran

Media pembelajaran diartikan sebagai segala sesuatu yang menjadikan perantara antara sumber dengan penerima dalam suatu pembelajaran, baik searah maupun dua arah. Contohnya seorang guru ceramah di depan kelas maka media yang dipakai adalah media audio . Guru memaparkan melalui LCD Proyektor maka media yang ia gunakan adalah media visual / grafis . Guru memberikan contoh sebuah peristiwa melalui pemutaran video yang disertai suara maka ia menggunakan media audio-visual .

Cara Install Aplikasi PMP

PMP singkatan dari Penjamin Mutu Pendidikan merupakan salah satu lembaga dibawah naungan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kementrian Pendidikan Republik Indonesia. Aplikasi PMP merupakan aplikasi yang dibuat untuk melakukan pemetaan mutu pendidikan khususnya pendidikan dasar dan menengah. Dengan aplikasi ini diharapkan pemetaan benar-benar valid realistis sesuai dengan kondisi di lapangan karena data diinput langsung oleh pelaku pendidikan yaitu pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik.