Langsung ke konten utama

Menengok KTSP

Lima tahun sudah kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) diluncurkan kehadapan para guru namun sepertinya pendidikan di lingkup sekolah dasar sepertinya tidak banyak berubah. Keterlibatan masyarakat dalam ikut menyusun kurikulum ini juga masih rendah. Hal ini disebabkan oleh masih rendahnya tingkat pendidikan di lingkungan sekitar sekolah dasar terutama di daerah pedesaan. Sumberdaya pendidik (Kepala sekolah dan guru) pun belum sepenuhnya mengoptimalkan kurikulum dengan mengevaluasinya di setiap tahun sehingga yang terjadi adalah kurikulum model dari BSNP yang copy paste tiap tahunnya.

Kurikulum yang seperti ini tentu tidak dapat mengakomodasi kepentingan peserta didik, kebutuhan masyarakat dan tujuan-tujuan lain yang sejalan dengan tujuan pendidikan nasional. Kurikulum Nasional hanya mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan masyarakat secara umum sedangkan negara kita ini memiliki daerah yang sayang luas dan sangat kaya akan budaya. Oleh karena itu, KTSP dikembangkan pada tingkat satuan pendidikan - salah satunya SD - agar KTSP menampung dan melayani kebutuhan di daerah dimana satuan pendidikan tersebut berada. Kebutuhan di suatu satuan pendidikan tentu berbeda dengan kebutuhan pada satuan pendidikan pada daerah yang lain. Perbedaan kebutuhan (misal daerah industri, pantai, pegunungan), perbedaan budaya daerah merupakan pertimbangan yang dapat diakomodasi untuk dikembangkan kompetensinya dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan.



Pengertian Kurikulum 

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian  dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.
Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional.Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (UU 20/2003) tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 (PP 19/2005) tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan kurikulum pada KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada SI dan SKL serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Selain dari itu, penyusunan KTSP juga harus mengikuti ketentuan lain yang menyangkut kurikulum dalam UU 20/2003 dan PP 19/2005.

bersambung... 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Model-model Pembelajaran Terpadu

Ditinjau dari cara memadukan konsep, keterampilan, topik, dan unit tematisnya, menurut Robin Fogarty (1991) mengemukakan bahwa terdapat sepuluh cara atau model dalam merencanakan pembelajaran terpadu. 1.  Model Penggalan (Fragmented)  Model fragmented ditandai oleh ciri pmduan yang hanya terbatas pada satu mata pelajaran saja. Misalnya, dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, materi pembelajaran tentang menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dapat dipadukan dalam materi pembelajaran keterampilan berbahasa. Dalam proses pembelajarannya, butir-butir materi tersebut dilaksanakan secara terpisah-pisa pada jam yang berbeda-beda.

Kendala Menggunakan Media Pembelajaran

Media pembelajaran diartikan sebagai segala sesuatu yang menjadikan perantara antara sumber dengan penerima dalam suatu pembelajaran, baik searah maupun dua arah. Contohnya seorang guru ceramah di depan kelas maka media yang dipakai adalah media audio . Guru memaparkan melalui LCD Proyektor maka media yang ia gunakan adalah media visual / grafis . Guru memberikan contoh sebuah peristiwa melalui pemutaran video yang disertai suara maka ia menggunakan media audio-visual .

Cara Install Aplikasi PMP

PMP singkatan dari Penjamin Mutu Pendidikan merupakan salah satu lembaga dibawah naungan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kementrian Pendidikan Republik Indonesia. Aplikasi PMP merupakan aplikasi yang dibuat untuk melakukan pemetaan mutu pendidikan khususnya pendidikan dasar dan menengah. Dengan aplikasi ini diharapkan pemetaan benar-benar valid realistis sesuai dengan kondisi di lapangan karena data diinput langsung oleh pelaku pendidikan yaitu pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik.