Minggu, 09 Oktober 2011

Konsep Dasar dan Model-model Pembelajaran Terpadu


Untuk memahami konsep dasar pembelajaran terpadu, ada istilah yang digunakan yaitu kurikulum terpadu dan pembelajaran terpadu yang keduanya secara konsepsi berbeda dari segi perencanaan dan pelaksanaannya, namun secara ideal keduanya saling berhubungan. Pembelajaran terpadu sebaiknya bertolak dari kurikulum terpadu.
            Pembelajaran terpadu sebagai pendekatan baru merupakan seperangkat wawasan dan aktifitas berpikir dalam merancang butir-butir pembelajaran yang ditunjukkan untuk menguntai tema, topik maupun pemahaman dan ketrampilan yang diperoleh siswa sebagai pembelajaran secara utuh dan padu. Atau dengan pengertian lain pembelajaran terpadu adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menghubungkan, merakit atau menggabungkan sejumlah konsep dari berbagai mata pelajaran yang beranjak dari suatu tema tertentu sebagai pusat perhatian untuk mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan siswa secara simultan.
Karakteristik pembelajaran terpadu terdapat beberapa karakteristik yang perlu dipahami dari pembelajaran terpadu:
1.      Pembelajaran berpusat pada siswa, hal ini sesuai dengan pendekatan pembelajaran modern yang lebih banyak menempatkan siswa sebagai subjek belajar. Peran guru lebih banyak sebagai fasilitator yaitu memberikan kemudahan-kemudahan kepada siswa untuk melakukan aktifitas belajar.
2.      Pembelajaran terpadu dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Dengan pengalaman langsung ini, siswa dihadapkan pada sesuatu yang nyata atau konkrit sebagai dasar untuk memahami hal-hal yag lebih abstrak.
3.      Dalam pembelajaran terpadu pemisah antar mata pelajaran menjadi tidak begitu jelas, bahka dalam pelaksanan di kelas-kelas awal sekolah dasar, fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan tema-tema yang paling dekat dengan kehidupan siswa.
4.      Pembelajaran terpadu menyajikan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran. Dengan demikian, siswa dapat memahami konsep-konsep tersebut secara utuh.
5.      Pembelajaran terpadu bersifat luwes atau fleksibel, sebab guru dapat mengaitkan bahan ajar dari satu pelajaran ke mata pelajaran yang lainnya, bahkan dengan kehidupan siswa dengan keadaan lingkungan dimana siswa dan sekolah berada.
6.      Hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. Dengan demikia, siswa diberi kesempatan untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikina.
Pembelajaran terpadu dilandasi oleh landasan filosofis, psikologis dan landasan praktis. Landasan filosofis mencakup progresivisme, konstruktivisme dan humanisme. Landasan psikologis mencakup psikologi perkembangan dan psikologi belajar. Landasan praktis dilandasi prinsip-prinsip perkembangan dunia pengetahuan, pemberian pelajaran di sekolah, kolaborasi atara berbagai mata pelajaran dan adanya kesenjangan yag terjadi antara teori dan praktik.

Manfaat Pembelajaran Terpadu
1.      Dengan menggabungkan berbagai mata pelajaran akan terjadi penghematan karena tumpang tindih materi dapat dikurangi bahkan dihilangkan.
2.      Siswa dapat melihat hubungan-hubungan yang bermakna sebab materi pembelajaran lebih berperan sebagai sarana atau alat daripada tujua akhir itu sendiri.
3.      Pembelajaran terpadu dapat meningkatkan taraf kecakapan berpikir siswa.
4.      Kemungkinan pembelajaran yang terpotong-potong sedikit sekali terjadi, sebab siswa dilengkapi dengan pemahaman belajar yang lebih terpadu sehingga akan mendapat pengertian mengenai proses dan materi yang lebih terpadu.
5.      Pembelajaran terpadu memberikan penerapan-penerapan dunia nyata sehingga dapat mempertinggi kesempatan transfer pembelajaran.
6.      Dengan pemaduan pembelajaran antar mata pelajaran diharapkan penguasaan materi pembelajaran akan semakin baik dan meningkat.
7.      Pengalaman belajar antar mata pelajaran sangat positif untuk membentuk pendekatan meyeluruh pembelajaran terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Siswa akan lebih aktif dan otonom dalam pemikirannya.
8.      Motivasi belajar dapat diperbaiki dan ditingkatkan dalam pembelajaran antar pelajaran.
9.      Pembelajaran terpadu membantu menciptakan struktur kognitif atau pengetahuan awal siswa yang dapat menjembatani pemahaman yang terkait, pemahaman yang terorganisas dan pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep-konsep yang sedang dipelajari.
10.  Melalui pelajaran terpadu terjadi kerjasama yang lebih meningkat antara para guru, para siswa, guru siswa dan siswa orang atau narasumber lain.

Model-Model Pembelajaran Terpadu
Sepuluh model pembelajaran terpadu menurut Fogarty (1991), yaitu : fragmented, connected, nested, sequenced, shared, webbed, threaded, integrated, immersed, dan networked. Sedangkan Jacobs (1989) menyebutkan lima model pilihan bentuk keterpadua dalam kegiatan pembelajaran, yaitu dicipline based, parallel, multidisciplinary, interdisciplinary, dan integrated.
            Model pembelajaran terpadu yang tepat dikembangkan di sekolah dasar yaitu model jaring laba-laba (webbed), model keterhubungan (connected), dan model keterpaduan (integrated). Model jaring laba-laba yaitu model pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan tematik; model keterhubungan, yaitu model pembelajaran terpadu yang secara sengaja diusahakan untuk menghubungkan konsep, topik, keterampilan, tugas, bahkan ide-ide yag dipelajari di dalam satu bidang studi; sedangkan model keterpaduan merupakan model pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan antar mata pelajaran. Penjelasan lebih rinci dapat dilihat pada Model-model Pembelajaran Terpadu